EMAIL US AT info@ie2i.or.id
CALL US NOW
DONATE NOW

Realisasi Bauran Bioetanol Tahun Ini Masih Nol

JawaPos.com 20/12/2017, 19:58 WIB | Editor: Dwi Shintia – Dewan Energi Nasional (DEN) merevisi target bauran bioetanol dari 5 persen menjadi 2 persen. Minimnya suplai dari produsen bioetanol di tanah air menjadi kendala bioetanol sebagai campuran BBM.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan, selama ini suplai dari produsen lokal tidak mencukupi. ’’Tetapi, perlahan akan kami tingkatkan menjadi 5 persen saat produsen bioetanol sudah siap. Selain itu, sosialisasi ke produsen mobil perlu dilakukan karena ini terkait erat dengan mereka,” ujarnya di Jakarta kemarin (19/12).

DEN menambahkan, jika bioetanol 5 persen (E5) diterapkan, etanol yang dibutuhkan mencapai 145 ribu kiloliter per tahun. Sedangkan total produksi etanol di Indonesia baru mencapai 40 ribu hingga 45 ribu kiloliter per tahun. ’’Total produksi tersebut habis digunakan untuk bauran sebesar 2 persen,” terangnya.

Anggota DEN Achdiat Atmawinata mengatakan, rekomendasi DEN merupakan langkah awal penerapan bioetanol di Indonesia. Sebab, beberapa negara lain seperti Amerika Serikat telah berhasil menerapkan bauran bioetanol sebesar 10 persen.

’’Bahkan, ada yang telah menerapkan bioetanol sebesar 100 persen karena surplus dan menggunakan fleksibel engine. Indonesia sebenarnya juga memproduksi fleksibel engine di Sunter, tetapi selama ini diekspor,” imbuhnya. Dia berharap penerapan bauran bioetanol bisa dilakukan setidaknya tahun depan.

Untuk tahap awal, bauran bioetanol akan diterapkan di wilayah Jabodetabek lebih dulu. Penerapan akan dilakukan untuk BBM dengan minimal RON 92 ke atas.

’’Sebenarnya adanya campuran etanol dapat membuat performa mesin menjadi lebih bagus,” terang Achdiat. Produsen bioetanol di Indonesia saat ini berasal dari anak usaha PT Perkebunan Nusantara (Persero) X, yakni PT Energi Agro Nusantara, dengan kapasitas produksi sebesar 30 ribu kiloliter per tahun.

Selain itu, ada pabrik milik swasta, yakni PT Molindo Raya, dengan kapasitas produksi 10 ribu kiloliter per tahun. Sebenarnya masih ada dua produsen bioetanol lainnya dengan kapasitas produksi sebesar 100 ribu kiloliter per tahun. Sayang, mereka sudah tutup lantaran penerapan bauran bioetanol di Indonesia berjalan lambat.

Sebenarnya pemerintah menargetkan total konsumsi untuk bioetanol bisa mencapai 0,24 juta kiloliter pada 2017. Namun, hingga semester pertama tahun ini, realisasi penggunaan bioetanol masih 0 kiloliter.

’’Padahal, jika mandat penggunaan bioetanol bisa dilaksanakan, semua bioetanol milik produsen bisa terserap dan bahkan kurang. Di Solo juga ada pabrik untuk bioetanol fuel grade yang akan siap berproduksi jika memang kebutuhannya ada,’’ imbuh analis dari Indonesia Energy & Environmental Institute (IE2I) Agus Budi Hartono.

Pemerintah telah mengatur penggunaan bioetanol dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain.

Pada Januari 2016, target bauran sebesar 5 persen untuk non-PSO (public service obligation). Pada Januari 2020, target bauran menjadi 10 persen dan Januari 2025 sebesar 20 persen sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM). (*)

URL: https://www.jawapos.com/ekonomi/bisnis/20/12/2017/realisasi-bauran-bioetanol-tahun-ini-masih-nol

esti widya putri

VIEW ALL POSTS

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *